G 30 S

by Trisandi Hendrawan | October 11th 2009 | kategori: Family

G 30 S

"Sebelum G 30 S, karena hari itu hari berkabung nasional!" Ya itulah kataku pada saat rapat evaluasi tanggal 28 September 2009, untuk pemilihan konsultan yang akan melaksanakan rekrutmen karyawan baru. Entah kenapa kata-kata itu melintas dalam pikiranku dan meluncur dari mulutku…mungkin karena waktu sudah kasif karena sesuai skedul kerjaku mingggu kedua Oktober harus sudah mulai tahap 1 proses rekrutmen…itu saja ngga ada hal lain atau ada ya..???. Akhirnya proposalpun kelar dan diajukan ke direksi keesokan harinya…

Rabu pagi itu badanku ko kurang enak ya…rasanya panas dingin, persendianku terasa sakit..hehehe mungkin udah mulai tua padahal besok hari Kamis-nya 1 Oktober 2009 aku harus ke Jakarta selama dua hari ..biasa ada rapat….Sampai Jumat terus…langsung ke Bandung (lumayan ..mudik pake dinas….sekalian boleh dong yahh). Tapi kenyataannya badanku ngga kuat sampai Rabu siang, aku minta ijin untuk ke dokter terus pulang istirahat di rumah supaya besok ke Jakarta sudah sehat.

Aku dibangunkan oleh suara gemuruh jendela-jendela rumah dan jeritan istri serta anak-anakku yang baru pulang dari sekolah”Gempa….Gempa…Gempa…Pa Bangun ada Gempa ..”, pada saat itu aku merasakan sakitku makin parah ah ngga usah keluar rumah….gempa kan biasa disini itulah pikiranku. Tapi ko dirasa-rasa gempanya besar sekali dan lama…langsung loncat dari tempat tidur , terlihat anak istriku sudah diteras rumah dan keadaan diluar hujan gerimis. Langsung aku pangku anaku yang bungsu dan mengajak anak istriku untuk keluar menjauh dari rumah. Gempa masih mengguncang, kami berpegangan di halaman rumah. Aku periksa kondisi rumah sekeliling, Alhamdulillah ngga apa-apa. Baru kemudian anak dan istriku ku suruh masuk karena diluar masih gerimis. Listrik masih ada, hanya TV ko ga ada siaran…semut aja. Setelah kucari-cari hanya ada satu stasiun Metro TV itupun ngga bagus.

Kekhawatiran masih menyelimuti kami semua karena ketakutan ada Tsunami, sinyal telepon ngga ada satu strippun..blank ..jelas komunikasi susah. Kemudian keluar berita di TV “Gempa 7,6 SR di Padang ”. Tetapi terlihat kondisi masyarakat kota Padang sudah panic meskipun dinyatakan bahwa gempa tidak menimbulkan tsunami. Karena kebiasaan, aku langsung mengingatkan istriku untuk berbagi tugas kalau-kalau terjadi lagi gempa susulan, aku membuka pintu depan dan istriku membimbing anak ke-1 dan ke-2, lalu aku yang gendong si bungsu. Jangan sekali-kali mengunci rumah pake kunci tetapi kunci slotnya saja…itulah tips yang aku ingat. Karena pada kondisi gempa pintu rumah ngga simetris lagi jadi akan kesulitan kalau ngebuka kuncinya…apalagi ditambah kondisi panik.

Hanya dengan kurang dari 2 menit sebagian besar Kota Padang hancur apalagi Padang Pariaman yang merupakan kampung temen kita Ican….mudah-mudahan keluarganya selamat dan ditabahkan atas kejadian ini. Aku tersadar betapa kecilnya manusia..ini menunjukkan Ke-Maha Besaran-Mu Ya Allah. Kami yakin hal ini semua ada hikmahnya, semoga …… Amin Ya Rabbal aalamin

Semua prends tahu bahwa tahu jawaban yang benar adalah setelah ujian selesai, begitulah yang aku ingat sekarang kalau ada istilah G30S bagiku …..aku lampirkan gambar dalam tulisan ini, photo ini adalah suasana sore Pantai Padang yang aku ambil dari lantai 2 sebuah restoran pada saat berbuka sama keluargaku Ramadhan lalu….restoran ini sudah hancur sekarang.

Semoga tetap semangat Padang-ku, Sumatera Barat….Indonesia…Tetap Jaya..

 

4 Responses to “G 30 S”

  1. Tris..thanks kisahnya dan syukur Alhamdulillah ente sekeluarga selamat…semoga selalu dalam perlindungaNya….dan semoga dibalik musibah ada hikmah dan petunjuk dari Allah SWT untuk kebangkitan bangsa kita dan kota Padang khususnya…

  2. Tris, syukur alhamdullilah ente sekeluarga, juga teman2 lainnya di Padang beserta keluarga masing2 semua selamat.

    Ada kesimpulan nggak, rumah macam gimana yg cukup “tahan” melewati gempa yg lalu? Apa tergantung pondasi dan lokasi?

  3. Tarimo kasiah sudah menulis pengalamannya waktu terjadi gempa. Syukur Tris & keluarga baik2 aja.
    Just a joke, rumah tetap berdiri kokoh krn memakai Semen Padang bukan ?

    (Pernah ketemu Tris & Tholchah di Padang taun 1997).

  4. Thanks atas comment-nya….Amin Bit…Pokoknya ayo Bangkit.
    Pro: Riko, bener banget tergantung pondasi dan lokasi…kayaknya wilayah Indonesia mempunyai konstanta gempa yg gede. Kayaknya yg cocok konstruksi cakar ayam itu.

    Oh ya Dod..mengenai semen bukan gue yg ngomong…tapi ini bagus jg buat ide bikin iklan,loe jadi PH-nya ya..hihih. Kalo restoran tempat kita makan sdh lama kebakaran..

Leave a Reply





Welcome, Visitor!

Please login below

Tentang Website

Website ini adalah representasi online Buku Angkatan (BukAng) Jilid 2 dari mantan mahasiswa ITB Jurusan Teknik Mesin & Teknik Penerbangan angkatan 1989. Lebih lanjut >

Subscribe for New Posts Notification


Info Rekening
Alumni Mesin 89

Website construction by Duranos